Bakuman Sebagai Simulakra Industri Komik Bagi Komikus di Indonesia

Penulis

  • Johanes Park Universitas Bina Nusantara Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.31937/ultimart.v15i2.2677

Abstrak

Bakuman adalah sebuah manga yang menceritakan 2 karakter utama bernama Moritaka Mashiro dan Akito Takagi  yang  bercita – cita menjadi mangaka dan penulis terkenal. Dalam manga Bakuman,  perjalanan karir kedua karakter utama dari amatir sampai menjadi profesional  diulas secara menarik sehingga menggugah pembaca untuk ikut menjadi mangaka (komikus).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya  pengaruh manga Bakuman sebagai sebuah simulakra industri komik di Indonesia. Partisipan yang dipilih untuk mengetahui pengaruh manga Bakuman adalah 100 orang komikus digital  di Indonesia (66 pria, 34 perempuan) yang berusia 19 sampai 39 tahun. Para komikus digital  diajak untuk mengisi sebuah kuesioner yang disebarkan melalui sosial media. Partisipan komikus digital di Indonesia didapatkan melalui penelusuran komunitas komikus di sosial media  dan  daftar komikus resmi di LINE Webtoon serta Ciayo Comics. Pertanyaan yang ada di dalam kuesioner didasarkan dari analisis teks dengan takarannya melalui teori AIDA. Analisis teks mengacu kepada sikap karakter utama, standar kualitas karya yang dihasilkan, pencapaian yang diraih karakter utama,  pola kerja komikus,dan  keadaan industri yang ada di dalam manga Bakuman. Dari penelitian ini terlihat bahwa setelah membaca manga Bakuman, para pembacanya tergerak untuk menjadi komikus dengan  membuat dan menerbitkan komik di Indonesia. Para komikus digital di Indonesia terbukti cukup terinspirasi membuat komik dari manga Bakuman sehingga bayangan keadaan ideal dari kultur komik Indonesia juga mengacu pada keadaan yang ada di dalam manga Bakuman. 

 Kata Kunci: manga; bakuman; komikus; indonesia; simulakra; media

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2022-12-28

Cara Mengutip

Park, J. (2022). Bakuman Sebagai Simulakra Industri Komik Bagi Komikus di Indonesia. ULTIMART Jurnal Komunikasi Visual, 15(2), 208–218. https://doi.org/10.31937/ultimart.v15i2.2677